Jumat, 23 Juli 2010

Semerbak harum mewangi ..


Setiap pertemuan selalu ada perpisahan, pertemuanku dengan sahabatku adalah hal terindah di dunia ini. Senyum, sapa dan peluknya selalu teringat dalam memoriku. Awalnya hanya seorang wanita yang tersesat dalam sebuah jalan yang gelap, tak tau arah dan berpandangan kosong. Lalu melihat sebuah cahaya dari kejauhan sana, memberikan sedikit titik terang dan kehangatan. Cinta mereka datang tanpa sebuah undangan dan tanpa sebuah paksaan.  
Lebih baik dari apapun, pertemanan ini dibalut bukan hanya dengan rasa kasih sayang, tetapi dengan rasa cinta kepada Rabb-Nya. Setiap senyumnya memberikan perhatian, setiap sapanya memberikan ketenangan dan setiap peluk dan jabat erat tangannya memberikan kepercayaan. Setangkai mawar, durinya tak bisa membuat kami terluka. Kami pun tidak seperti dandelion yang dengan mudahnya tertiup angin kesana kemari. Kami ingin seperti sakura, kuat melewati 4 musim sampai akhirnya bisa mekar di musim semi dengan warna yang indah. Ketika hujan datang dengan begitu deras, tak perlu takut langit tak akan cerah kembali, pasti ada pelangi yang muncul dengan warna yang tersembunyi.
Hari akan terus berjalan,, berjalan .. dan berjalan .. tak terasa aku dan sahabat”ku sudah menjadi dewasa,, saatnya menanam benih bunga sakura dan merawatnya baik” setiap hari,, tanamkan dalam diri ini,, rasa tanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan, tekun dalam menghadapi kegiatan, sabar ketika ada permasalahan, jangan menghindar tetapi hadapi dengan percaya diri dan keyakinan, istiqomah terhadap apa yang telah dilakukan dan optismis terhadap apapun..
Insya Allah,, kami akan bertemu lagi dengan sesuatu yang berbeda dan perbedaan itu adalah hasil dari perjuangan yang positif pada diri ini…
I Love my bestfriend..

Selasa, 13 Juli 2010

Raihlah Kebahagiaan Dunia dan Akhirat dengan Ilmu Menjadi Pemuda yang mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat


Oleh : Ustadz Kurnaedi, Lc
Ahad, 6 Juni 2010
Masjid At-Tauhid Arief Rahman Hakim, Kampus UI Salemba

1. Cara mendapatkan Ilmu

                Perkataan Imam Syafi’I “Wahai Saudaraku, engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan kepadamu beserta penjelasan, yaitu: Kecerdasan, Semangat, kesungguhan, bekal, bersama Ustadz dan waktu yang panjang.

2.  Pentingnya ‘Ilmu
a.       Jihad yang paling utama terhadap musuh-musuh Allah dan Syaithan adalah menyebarkan ilmu. (Qs. Thaha : 114)
b.      Dan ilmu yang paling utama (yang seharusnya disampaikan) di suatu negeri yang tersebar bid’ah dan kesyirikan adalah ilmu tauhid yaitu ilmu (yang menjelaskan) hak Allah yang wajib ditunaikan hamba-Nya.
c.       Hendaknya seseorang bersikap hati-hati dan takut berkata atas nama Allah tanpa berdasarkan ilmu.
d.      Kedudukan ahlul ilmi adalah kedudukan yang paling agung, karena para ahlul ilmi adalah pewaris para Nabi Shalallahu’alaihi wa Sallam, karena itulah diwajibkan pada mereka untuk menjelaskan ilmu dan mengajak manusia ke jalan Allah, kewajiban ini tidak dibebankan kepada selain mereka. Di dunia ini mereka laksana bintang-bintang di langit, yang mana mereka membimbing manusia yang sesaat dan bingung serta menjelaskan kebenaran kepada mereka dan memperingatkan mereka terhadap keburukan.
e.      Di wajibkan pula kepada para ahlul ilmi untuk beramal, berakhlaq dan beretika karena mereka adalah suri tauladan, sehingga mereka adalah manusia yang paling berhak dan paling berkewajiban untuk melaksanakan syari’at, baik dalam etika maupun akhlaqnya.
3. Tujuan menuntut ilmu adalah :
a.   menghilangkan kebodohan
b.   mengharapkan ridha Allah
c.   memperbaiki keadaan diri baik itu niat, amal dan akhlaq
4. hal yang harus diperhatikan ahlul ilmi
                a. Hendaknya memiliki semangat yang tinggi dalam menuntut Ilmu dan istiqomah
                b. Hendaknya beradab dalam menuntut ilmu
                c. janganlah jadikan tujuan menuntut ilmu dalam rangka membantah ulama, menonjolkan diri dalam majelis, bersaing dan pamer kepada khalayak ramai.
5. Adab menuntut ilmu
                a. Lemah lembut dalam penyampaian
                b. Termasuk perkara ilmu (yakni) masalah khilafiyah.
                c. Alangkah indahnya apa yang telah di contohkan oleh Imam Syafi’I ketika beliau mengatakan :
                “ Tidaklah aku berdebat dengan seorangpun melainkan aku memohon kepada Allah untuk menampakkan kebenaran pada lisannya (lawan debatku)”
Disebutkan di dalam sebuah kitab, Imam Syafi’I berkata : tidaklah aku membantah seorangpun melainkan aku berharap ia diberi petunjuk, hidayah dan diberi pertolongan. (Lihat Faidhul Qadir 3/90 dan Shafwatush Shafwah 2/251)
6. Nasihat untuk penuntut ilmu :
                a. Ikhlas
                b. Ittiba’ (berpegang teguh kepada Sunnah Nabi Shalallahu’alaihi Wa Sallam yang suci lagi mulia)
                c. memahami arti pentingnya ilmu, bagaimana antusias kita dalam menuntutnya, mengamalkannya, serta mendakwahkannya.

Tujuh golongan yang Allah lindungi pada naungan yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
1.       Pemimpin yang adil
2.       Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah
3.       Seseorang yang hatinya terikat dengan masjid
4.       Dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul dan berpisah karena-Nya
5.       Seseorang yang diajak perempuan yang terhormat lagi cantik untuk berbuat dosa kemudian berkata sesungguhnya aku takut kepada Allah
6.       Seseorang yang bersedekah dengan sesuatu yang ia biasa sembunyikan sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang tangan kanannya perbuat
7.       Seseorang yang mengingat Allah saat sendiri dan meneteskan air mata.

Senin, 12 Juli 2010

13 Buah Berkhasiat [kandungan zat dan manfaat]


Buah adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia yang dijual di toko-toko, buah jauh lebih aman tanpa efek samping yang berbahaya serta dari sisi harga umumnya jauh lebih murah dibanding suplemen yang memiliki fungsi yang sama.

Di bawah ini kita dapat melihat kandungan zat dan manfaat sehat dari beberapa jenis buah yang banyak di sekitar kita :


1. BUAH TOMAT

* tomat mengandung vitamin A, B1 dan C.
* tomat dapat membantu membersihkan hati dan darah kita.
serta dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
- gusi berdarah.
- rabun senja / kotok ayam.
- penggumpalan darah.
- usus buntu.
- kanker prostat dan kanker payudara.

2. BUAH PEPAYA

* pepaya mengandung vitamin C dan provitamin A.
* pepaya dapat membantu memecah serat makanan dalam sistem pencernaan, melancarkan saluran pencernaan makanan.
dan dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
- menyembuhkan luka.
- menghilangkan infeksi.
- menghilangkan alergi

3. BUAH PISANG

* pisang mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.
* pisang dapat membantu mengurangi asam lambung.
* pisang bisa membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh.
pisang dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
- gangguan pada lambung.
- penyakit jantung dan stroke
- stress
- menurunkan kadar koleterol dalam darah.

4. BUAH MANGGA

* mangga mengandung vitamin A, E dan C.
* mangga dapat bertindak sebagai disinfektan dan dapat membersihkan darah.
mangga jg dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
- bau badan / bb / bau tubuh yang tidak enak.
- menurunkan panas tubuh saat demam.

5. BUAH STRAWBERRY

* stoberi mengandung provitamin A, vitamin B1, B dan C.
* stobery mengandung antioksidan untuk melawan zat radikal bebas.
strawbery memiliki kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- mengobati gangguan kesehatan pada kandung kemih.
- menjadi anti virus
- menjadi anti kanker

6. BUAH APEL

* apel mengandung vitamin A, B dan C.
* aple dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
apel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- menjadi zat anti kanker.
- mengurangi nafsu makan yang terlalu besar.

7. BUAH JERUK

* jeruk mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.
* jeruk mengandung antikanker bagi tubuh.
jeruk jg dapat mencegah dan mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
- mengobati sariawan.
- menurunkan resiko terkena kardiovaskuler, kanker, dan katarak.

8. BUAH PEAR / PIR

* pear mengandung vitamin C dan provitamin A.
* pear mengandung anti oksidan yang baik untuk menjaga kesehatan.
pear dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
- menurunkan demam / panas tubuh.
- mengencerkan dan menhilangkan dahak pada batuk berdahak.

9. BUAH JAMBU (BIJI MERAH)

* jambu merah mengandung vitamin C yang sangat banyak.
* jambu merah mengandung zat antioxidan dan antikanker.
jambu merah mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- menurunkan kadar kolesterol darah
- mengobati infeksi.
- menjaga mengobati sariawan.
- memperlancar peredaran darah.
- melancarkan saluran pencernaan.
- mencegah konstipasi.

10. BUAH SEMANGKA

* semangka mengandung vitamin C dan provitamin A.
* semangka dapat menjadi antialergi.
semangka mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- menurunkan kadar kolesterol.
- mencegah dan menahan serangan jantung.

11. BUAH MELON

* melon mengandung vitamin C dan provitamin A.
* melon mengandung zat anti kanker dan anti oksidan.
melon mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- mencegah darah menggumpal.
- membersihkan kulit.
- menlancarkan saluran pencernaan.
- menurunkan kadar kolestrerol.

12. BUAH WORTEL

* wortel kaya akan vitamin A.
* wortel baik untuk menjaga kesehatan mata.
wortel jg mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- meningkatkan kekebalan dan ketahanan tubuh jasmani.
- menjaga hati tetap sehat.

13. BUAH BELIMBING

* belimbing mengandung vitamin C dan provitamin A.
* belimbing dapat membantu memperlancar pencernaan makanan.
belimbing mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
- menurunkan tekanan darah.
- menurunkan kadar / tingkat kolesterol dalam tubuh.

Sabtu, 10 Juli 2010

Fiqh Sholat : Disyari'atkannya Duduk Istirahat

Tanya: Bismillaah, Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh,
Kaifa haaluk ya Ustadz ? Ana ada pertanyaan seputar masalah fiqh dalam sholat, mohon penjelasannya : bangkit setelah sujud, apakah harus duduk istirahat dulu.
Mohon penjelasan & beserta pendapat yang rajih.
Semoga bisa menambah khazanah/ referensi seputar permasalahan fiqih.
Wassalamu'alaikum.Jazaakal
laahu khairan katsiro. (Abu 'Abdillah)


Jawab:
Pendapat yang kuat –wallahu a'lam- adalah dianjurkan untuk melakukan duduk istirahat ketika bangkit dari sujud kedua, untuk memasuki rekaat kedua dan keempat.
Diantara dalilnya adalah hadist Malik bin Al-Huwairits:
أنه رأى النبي صلى الله عليه و سلم يصلي فإذا كان في وتر من صلاته لم ينهض حتى يستوي قاعدا
"Bahwasanya beliau melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat, apabila beliau selesai dari rakaat ganjil (satu dan tiga) maka beliau tidak bangkit sampai duduk dengan tenang" (HR. Al-Bukhary)
Berkata Asy-Syaukany:
الحديث فيه مشروعية جلسة الاستراحة وهي بعد الفراغ من السجدة الثانية وقبل النهوض إلى الركعة الثانية والرابعة .
"Di dalam hadist ini ada dalil disyari'atkannya duduk istirahat , yaitu duduk setelah sujud kedua sebelum bangkit ke rakaat kedua dan keempat" (Nailul Authar 2/48 , Dar Al-Kalim Ath-Thayyib )

Dan tidak kita katakan bahwasanya beliau shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya karena sudah tua atau sakit, karena jika demikian halnya berarti para sahabat tidak bisa membedakan mana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena ibadah atau karena keperluan. (Tamamul Minnah hal:212 )
Adapun hadist-hadist lain yang menyebutkan sifat shalat nabi akan tetapi tidak menyebutkan duduk istirahat, seperti hadist orang yang jelek shalatnya, maka ini menunjukkan bahwa duduk istirahat ini tidak wajib.
Dan ini adalah pendapat masyhur madzhab Asy-Syafi'iyyah, sebagian dari ahli hadist, dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad (Lihat Al-Majmu', An-Nawawy 3/421, Maktabatul Irsyad).
Berkata Syeikh Abdul Aziz bin Baz:
جلسة الاستراحة مستحبة للإمام والمأموم والمنفرد , وهي من جنس الجلسة بين السجدتين , وهي جلسة خفيفة لا يشرع فيها ذكر ولا دعاء ومن تركها فلا حرج. والأحاديث فيها ثابتة عن النبي صلى الله عليه وسلم من حديث مالك بن الحويرث ومن حديث أبي حميد الساعدي , وجماعة من الصحابة رضي الله عنهم
"Duduk istirahat adalah mustahab (dianjurkan) bagi imam, ma'mum, maupun yang shalat sendiri. Dan duduknya sejenis dengan duduk diantara dua sujud, duduknya ringan (sebentar) tidak disyari'atkan dzikir dan doa di dalamnya. Barangsiapa meninggalkannya maka tidak mengapa. Hadist-hadistnya telah tetap dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dari hadist Malik bin Al-Huwairits, dan dari Abu Humaid As-Sa'idy, dan beberapa orang sahabat radhiyallahu 'anhum" (Majmu' Fatawa Syeikh Abdul Aziz bin Baz 11/99).
Wallahu a'lam.

Mas, kok tidak sholat berjama'ah?

Sebagian besar masjid-masjid kaum muslimin saat ini kita lihat kosong dari jama’ah. Pemandangan ini hampir merata kita temui di setiap tempat, baik di desa maupun di kota. Inilah buah dari kekurangfahaman mereka dalam ilmu syariat, khususnya yang berkaitan dengan hukum sholat berjama’ah. Sehingga bila kita tanyakan kepada seseorang, “Mengapa tidak sholat di masjid, kok malah sholat di rumah?”, boleh jadi ia menjawab, “Ah, itu kan cuma sunnah saja…” Subhanalloh!!, semoga Alloh memahamkan kepada kaum muslimin tentang syariat yang mulia ini.


Apa Hukum Sholat Berjama’ah?

Ketahuilah, bahwa pendapat yang benar dalam masalah ini ialah sholat berjamaah itu wajib (bagi laki-laki, adapun bagi kaum wanita, sholat di rumah lebih baik daripada sholat di masjid walaupun secara berjama’ah). Inilah pendapat yang disokong oleh dalil dalil yang kuat dan merupakan pendapat jumhur ulama dari kalangan sahabat dan tabi’in, serta para imam madzhab (Kitabus Sholat karya Ibnul Qoyyim).

Perintah Alloh Ta’ala Untuk Sholat Berjamaah dan Ancaman Nabi Yang Sangat Keras Bagi Yang Meninggalkannya

“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’ (dalam keadaan berjamaah).” (Al Baqoroh: 43). Perhatikanlah wahai saudaraku, konteks kalimat dalam ayat ini adalah perintah, dan hukum asal perintah adalah wajib. Rosululloh telah bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku yang ada di tangan-Nya, ingin kiranya aku memerintahkan orang-orang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk menegakkan sholat yang telah dikumandangkan adzannya, lalu aku memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju orang-orang yang tidak mengikuti sholat jama’ah, kemudian aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhori)

Hadits di atas menunjukkan wajibnya (fardhu ain) sholat berjama’ah, karena jika sekedar sunnah niscaya beliau tidak sampai mengancam orang yang meninggalkannya dengan membakar rumah. Rosululloh tidak mungkin menjatuhkan hukuman semacam ini pada orang yang meninggalkan fardhu kifayah, karena sudah ada orang yang melaksanakannya. (Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al Asqolani)

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh, seorang lelaki buta datang kepada Rosululloh dan berkata, “Wahai Rosululloh, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.” Maka ia meminta keringanan kepada Rosululloh untuk tidak sholat berjama’ah dan agar diperbolehkan sholat di rumahnya. Kemudian Rosululloh memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu telah beranjak, Rosululloh memanggilnya lagi dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?”, Ia menjawab, “Ya”, Rosululloh bersabda, “Penuhilah seruan (adzan) itu.” (HR. Muslim). Perhatikanlah, jika untuk orang buta saja yang tidak memiliki penunjuk jalan itu tidak ada rukhsoh (keringanan) baginya, maka untuk orang yang normal lebih tidak ada rukhsoh lagi baginya.” (Al Mughni karya Ibnu Qudamah).

Hanya Munafik Saja Yang Sengaja Meninggalkan Sholat Jama’ah

Sahabat besar Ibnu Mas’ud rodhiyallohu’anhu berkata tentang orang-orang yang tidak hadir dalam sholat jama’ah: “Telah kami saksikan (pada zaman kami), bahwa tidak ada orang yang meninggalkan sholat berjama’ah kecuali orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya atau orang yang sakit”. Lalu bagaimana seandainya Ibnu Mas’ud hidup di zaman kita sekarang ini, apa yang akan beliau katakan???

(Disarikan oleh Abu Hudzaifah Yusuf dari terjemah kitab Sholatul Jama’ah Hukmuha wa Ahkamuha karya Dr. Sholih bin Ghonim As-Sadlan)

***

Penulis: Abu Hudzaifah Yusuf
Artikel www.muslim.or.id